Perjalanan Syaikh Muhammad Muhadjirin Dalam Menuntut Ilmu Di Jakarta

Sejarah Singkat Perjalanan Syaikh Muhammad Muhadjirin

Dalam Menuntut Ilmu Di Jakarta

Tatkala “Isnad” merupakan bagian dari agama, dan menempatkan pribadi secara utuh kepada para syaikh seperti halnya menempatkan pribadi secara utuh kepada orangtua, maka aku memiliki keinginan untuk menuliskan berbagai macam kejadian serta pengalaman yang terlintas dibenak ku di masa yang lalu.

Jakarta sebagai kampung kelahiranku, disana jualah aku pertama kali menuntut berbagai macam ilmu agama, baik ilmu syara’ dan ilmu alat secara naqliyah maupun aqliyah yang disertai dengan sanad-sanad yang bersambung (muttasil) kepada Sayyidil Mursalin Nabiallah Muhammad SAW.

Kampung Baru sebuah daerah di pinggir kota Jakarta adalah tempat di mana aku dilahirkan dan dibesarkan oleh kedua orangtua ku. Di masa kecil orangtua ku telah menanamkan prinsip akan pentingnya pendidikan. Untuk itulah orangtua ku meminta tolong kepada kerabatnya untuk dapat mengajarkanku. Dimulai dari belajar mengenal hurup arab (hijaiyah) sampai dengan membaca Al Qur’an. Pada saat pertama kali aku berhasil mengkhatamkan Al Qur’an, betapa gembira dan bangganya perasaan kedua orangtua ku. Sebagai wujud rasa gembira dan syukur tersebut kedua orangtua ku mengadakan tasyakuran dengan mengundang para tetua-tetua kampung serta orang terpandang di daerah itu .

Setelah beberapa waktu kemudian, atas inisiatif orangtua ku, guna melanjutkan pendidikan mereka memutuskan untuk mengirimku kepada para mu’allim agar dapat mempelajari dasar-dasar ilmu agama dan ilmu alat.

Mu’allim pertama yang aku kunjungi adalah Guru Asmat (Semoga Allah memberikan rahmat kepada beliau). Dari beliau aku mempelajari berbagai macam disiplin ilmu, diantaranya ialah :

Shorof
Nahwu
Fiqih
Albayan
Mantiq
Ushul Fiqh
Ilmu Kalam
Tasawuf

Mu’allim kedua yang telah berjasa dalam perkembangan pemikiran ku ialah H. Ahmad (Semoga Allah memberikan rahmat kepada beliau). Dengan beliau aku belajar selama 4 tahun. Adapun kitab-kitab yang aku pelajari antara lain yaitu :

Nahwu, dan ‘Arud,

Mu’alim ketiga yang sangat berjasa dalam perkembangan pemikiranku ialah Kyai Haji Hasbialloh ) Semoga Allah SWT memberikan rahmat kepada beliau ). Kyai Haji Hasbialloh merupakan pendiri Yayasan Al Wathoniyah yang berada di Klender Jakarta Timur. Saat ini yayasan pendidikan yang bernaung di bawah payung Al Wathoniyah telah menyebar di pelosok Jabotabek.

Bersama beliau aku bermulazamah selama 3 tahun. Adapun kitab-kitab yang aku baca bersama beliau antara lain ialah :

Nahwu, Balagoh, Mantik, Tasawuf, Akhlak, Tafsir,

Mu’allim keempat yang telah memberikan pengajaran kepada ku ialah H. Anwar Rahmatulloh alaihi. Adapun kitab-kitab yang aku baca ialah :

Nahwu, Fiqih,

Mu’allim kelima ialah Ahmad Mursyidi. Kepada beliau aku membaca dua kitab / fan, yakni :

Mantik, Balagoh,

Guru yang keenam adalah H. Hasan Murtaha. Dengan beliau aku mempelajari beberapa fan, yaitu :

Nahwu, Balagoh, Mustholah Hadits, Ushul Fiqh, Adabul Bahats Wal Munazhoroh

Guru yang ketujuh ialah Syekh Muhammad Tohir Rohmatullohi Alaihi. Melalui beliau aku mempelajari begitu banyak pelajaran. Dengan beliau pula aku melewati masa yang cukup lama, yakni 9 tahun. Adapun kitab-kitab yang aku pelajari ialah :
Nahwu, Fiqih, Tafsir, Mantik, Balagoh, Tasawuf, Hadits, Adabul Bahats wal Munazhoroh, Falak

Selain itu aku mempelajari juga gerhana bulan dan matahari dengan Ahmad bin Muhammad, murid dari Syekh Mansyur Alfalaky.

Dalam setiap memasuki bulan Rajab, aku senantiasa membaca :

Ushul Fiqh,

Selain membaca kitab-kitab tersebut di atas, aku masih menyempatkan diri untuk mempelajari tata cara membaca Al Qur’an yang benar dengan Kyai Haji Sholeh Ma’mun di Banten.

Guru yang kedelapan ialah ialah Syekh Abdul Majid (Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat kepadanya). Kepada beliau aku juga mempelajari beberapa macam kitab, yaitu :
Faroid, Fiqih, Tafsir, Hadits, Tasawuf, Mustolah Hadits,

Guru yang kesembilan dimana merupakan guru yang terakhir di masa belajarku di Jakarta ialah Assayyid Ali bin Abdurrahman Alhabsy (Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat kepadanya). Kepada beliau aku mempelajari Al Hikam. Adapun pelajaran yang paling banyak aku pelajari dari beliau ialah pelajaran

Demikianlah perjalanan masa belajarku di Jakarta. Semoga Allah SWT memberikan manfaat ilmu pada ku dengan sebab guru-guru tersebut dan mudah-mudahan mengembalikan keberkahan mereka pada kami semua. Amin

2 responses to “Perjalanan Syaikh Muhammad Muhadjirin Dalam Menuntut Ilmu Di Jakarta

  1. Ali 2 Mei 2011 pukul 12:29

    Nice…. salam kenal….

    • mtssadam 3 Mei 2011 pukul 07:30

      salam kenal juga ….terima kasih atas kunjungan anda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: