Internetku Sayang, Siswaku Malang

Perkembangan teknologi tak terbendung lagi. Kota-kota besar sampai pelosok desa hampir sudah bisa merasakan betapa dahsyatnya gelombang teknologi menerjang. Dan, salah satu teknologi itu adalah internet. Dulu, warung internet (Warnet) hanya bisa dinikmati oleh orang-orang di kota-kota besar saja. Sekarang, siapapun bisa mengakses internet. Dari yang muda sampai yang tua, pekerja sampai siswa.

Akses dunia maya ini menyediakan berbagai kebutuhan manusia, mulai dari informasi sampai komunikasi. Dengan sekali klik, kita bisa mendapatkan informasi yang kita cari. Bahkan muncul istilah, tanya aja mbah google jika menemui kesulitan akan informasi. Hal yang sama berlaku juga untuk komunikasi. Dulu, kita hanya bisa melepaskan kangen pada orang-orang terdekat kita lewat surat ataupun telepon. Sekarang, kita bisa memanfaatkan fasilitas yang tersedia dalam dunia maya ini. Meski kita dipisahkan oleh jarak, atau beda negara, kita bisa melihat wajah mereka. Masih ingat kan apa yang dilakukan Iwan Piliang dengan Nazaruddin, yang notabene berada pada alamat yang tidak jelas? Ya itulah internet, teknologi yang bisa menyediakan semuanya.

Sadar bahwa internet bisa menyediakan informasi tanpa batas, beberapa pihak pun mulai memanfaatkannya, utamanya siswa (atau juga mahasiswa). Maklumlah, bangku sekolah atau kuliah mengharuskan mereka untuk selalu siap jika ada tugas yang sewaktu-waktu diberikan oleh guru ataupun dosen. Imbasnya, ketika tugas datang, maka penuhlah warnet. Mereka tidak perlu takut lagi, seberapapun sulitnya tugas tersebut, mbah google akan dapat membantu. Cukup masukkan keyword, dan bla, artikel pun keluar. Jika kurang puas, cukup cari ke situs-situs yang lain. Lalu, lalukan copy paste, sedikit edit dan selesailah tugas tersebut.

Bagi yang sudah terbiasa bekerja dengan search engine internet maka proses ini tidak akan memerlukan waktu yang lama. Ya…kira-kira satu jam lah. Tapi bagi yang masih hijau, butuh lebih sedikit kesabaran. Namun, tetap akan mendapatkan hasil.

Tugas sekolah ataupun kuliah bisa kita ibaratkan seperti masalah yang diberikan Tuhan kepada manusia. Mungkin terlalu berlebihan pengibaratan ini, tapi itulah yang saya pahami, setidaknya dari tujuan pemberiannya.

Tugas sekolah atau kuliah diberikan agar siswa bisa lebih memahami materi yang diajarkan. Bisa juga, untuk meningkatkan kualitas keilmuan yang didapat, karena bangku sekolah atau kuliah selalu dibatasi oleh waktu sehingga hampir tidak mungkin untuk melakukan pendalaman pemahaman sedalam-dalamnya.

Tugas sekolah atau kuliah ini dimaksudkan agar terjadi benturan pemikiran. Pemikiran dari sang siswa dengan para pemikir yang tertuang dalam buku atau referensi. Oleh karenanya, siswa harus membaca, menganalisa, dan mensintesa dari apa yang mereka baca untuk kemudian dituangkan dalam bentuk makalah, artikel, atau tugas-tugas lainnya. Kemampuan menganalisa dan mensintesa pemikiran oleh lain ini sedikit banyak menunjukkan kemampuan sang siswa. Dan jika ini dilakukan secara terus menerus, maka kedalaman keilmuan pun akan segera didapatkan.

Tuhan pun memberikan masalah hidup pada kita dengan tujuan yang sama, yaitu peningkatan kualitas diri. Dengan meningkatnya kualitas diri ini diharapkan kita bisa jadi lebih arif, dan bijak dalam memaknai hidup. Kita bisa memilah dan memilih mana yang baik dan yang tidak bagi hidup kita. Lalu, bagaimana tujuan itu bisa berjalan dengan baik jika penyelesaiannya dilakukan secara instan dan tanpa pemikiran yang mendalam?

Jawabanya jelas, tujuan itu tidak akan tercapai. Suatu tugas yang diselesaikan dengan niatan “yang penting selesai” pasti tidak akan menimbulkan efek apapun pada pihak yang mendapat tugas. Hanya satu yang pasti, penurunan kualitas. Tidak ada lagi kedalaman pemikiran. Analisa pun akan semakin dangkal. Lalu, buat apa kita lama-lama menghabiskan usia kita dibangku sekolah atau kuliah?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: